Kamis, 09 April 2015
Membuat rx king mu jadi lebih GALAK
Tanpa banyak kata langsung saja kita pada intinya, apa saja yang harus di lakukan :
1. Ganti koil dengan YZ 125 ( Rp. 380rb-450rb harga bervariasi)
2. Ganti busi dengan NGK G POWER (Rp. 25rb)
3. Gunakan 9power 2bh, letakkan di dekat tutup busi dan dekat koil. Hasil tidak terlalu signifikan, namun tetap ada sedikit perubahan. (Rp. 80rb)
4. Ganti kampas kopling dengan 3bh kampas kopling L2S dan 3bh kampas kopling RX-KING, pemasangan selang-seling ( 3bh KK L2S = Rp. 105rb dan 1set KK RX-KING = Rp. 119rb )
5. Ganti perkopling dengan perkopling SATRIA FU + ring baja tebal 1,2 mm ( beli saja di toko baut bilang aja beli ring baja untuk baut 12, tapi terlebih dahulu di kikir lubang ringnya dengan kikir bulat sampai lubangnya masuk/pas dengan kedudukan baut rumah koplingnya). ( per kopling original SATRIA FU 4bh = Rp. 10rb, beli aja di dealer. Ring 12 4bh= Rp. 1000). lebih hemat 70rb dari pada harus membeli perkopling racing INSPIRO untuk rx king, dan rasanya pun sama.
6. Ganti knalpot dengan model 3v3 atau noguchi (Rp. 350rb-900rb tergantung merk)
7. Ubahan pada gir, jika menggunakan ring 17 gunakan gear 15-34 untuk topspeed, 15-35/36/37 untuk torsi/akselerasi.
8. Setting ulang spuyer / naikkan ukuran spuyer. ( 1bh spuyer = 20rb-an)
Semua rangkaian pergantian part tersebut, tetap mempertahankan durabilitas/ketahanan/keawetan mesin.
Sedangkan untuk ubahan yang lebih WAU gitu, ini dia yang harus dilakukan :
1. Ganti membran/reed valve dengan membran RXZ, buat yang punya budget melimpah lebih yahud kalo pake vforce 4 untuk RXZ , untuk cara ini harus lakukan penyesuaian agar membrane bisa masuk, Caranya, dinding lubang intake sebelah kiri dan kanan diperbesar pakai pisau/gerinda/bor tuner.
2. Porting polish.
3. Papas head, 0,5 mm dirasa sudah cukup.. untuk sekedar di pakai sehari-hari.
4. Untuk masalah bore up, itu relative.. berapapun besar bore up, namun komponen pendukung tidak munpuni ya, jadinya tidak seperti yang diharapkan. Sedikit bercerita, king oversize 50 tapi mampu bikin keder king oversize 175. Ubahan pada king OS 50 hanya menggunakan karbu pwk 28, reed valve vforce rxz, papas head, knalpot 3v3, polish, koil yz, ganti kampas dan per dah itu aja, inipun Cuma motor harian. Sedangkan king OS 175 porting polish, karbu standar cuma main spuyer, knalpot bobokan, koil scorpio 5BP. Intinya BORE besar bukan lah jaminan kencang, tapi harus dibarengi dengan ubahan pada yang sesuai dengan komponen pendukungnya. Liat aja motor SE (special engine) seperti RM85/YZ85/KX85, padahal CCnya Cuma 85cc, tapi larinya was wus was wus, kok bisa gitu yach… namanya aja special engine/mesin special. Biar lebih jelas surfing-surfing aja di google. Kalo saya jelaskan bisa menghabiskan 4 paragraf capek ngetiknya bro..
5. Ganti karburator, dengan keihin PWK 26/28/30/34/dst disesuaikan aja dengan spek mesin. Kalo keihin PE gimana bro? PE bagus juga tapi lebih bagus PWK, tapi ya itu harga agak mahal dari PE.
6. Kalo naik stroke gimana bro? nggak usah lah kasian mesinnya, coak sana sini. Syukur-syukur kalo stroke up nya balance, kalo nggak balance malah serasa seperti naik kereta api bro. sebenarnya saya sih maunya juga melakukan stroke up, untuk mengimbangi borenya. Tapi ya itu tadi banyak yang dipertaruhkan untuk melakukan langkah ini, apalagi kalo stroke upnya nggak balance.
Untuk ubahan ini soal durabilitas/ketahanan/keawetan mesin sedikit di pertaruhkan, jadi kerjakan lah semua ubahan tersebut secara rapi/presisi agar mesin sehat wal’afiat. Atau Bawalah ke bengkel yang biasa mengerjakan hal-hal seperti ini.
Kalo motornya masih di pakai harian nggak usah ribet-ribet ubah sana sini yang akhirnya Cuma malah bikin kita susah saja. sekencang apapun motor kita masih ada yang lebih kencang dari itu, yang terpenting itu kita nyaman dan senang mengendarainya setelah diubah sana sini.
Sebenarnya masih banyak lagi yang bisa dilakukan, mulai dari ganti rumah kopling dengan tzm, ganti head dengan YZ125, ubah rasio, ganti trasmisi dengan 6 percepatan, dan banyak lagi. Kalo buat harian, cara ini nggak begitu perlu. Budgetnya besar, ribet iya juga.
Mohon maaf kalo ada kata-katanya yang membingungkan anda, karena saya bukan ahli tata tulis dan bahasa.
Selasa, 07 April 2015
KARDINALITAS DAN MODALITAS ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM
Analisa Kardinalitas dan Modalitas
Entity Relationship Diagram
1. Karinalitas :
merupakan spesifikasi dari sejumlah peristiwa dari satu objek yg dapat dihubungkan ke sejumlah peristiwa dari objek lain.
Dua objek dapat dihubungkan sebagai :
- Satu-ke-satu (1:1): suatu kejadian dari objek A dapat berhubungan dg satu dan hanya satu kejadian dari objek B dan sebaliknya
- Satu-ke-banyak (1:M): satu kejadian dari objek A dapat berhubungan dg satu atau lebih kejadian dari objek B, tetapi satu kejadian dari objek B dapat berhubungan dg hanya satu kejadian dari objek B
- Banyak-ke-banyak (M:N): sebuah kejadian dari objek A dapat berhubungan dg satu atau lebih kejadian dari objek B, dan satu kejadian dari objek B dapat berhubungan dg satu atau lebih kejadian dari objek A.
2. Modalitas :
- Kardinalitas tidak memberikan indikasi apakah objek data tertentu harus berpartisipasi dalam hubungan.
- Modalitas dari Hubungan adalah 0 jika tidak ada kebutuhan eksplisit untuk hubungan yang terjadi atau hubungan itu opsional.
- Modlitas adalah 1 jika kejadian dari hubungan bersifat wajib.
3. Contoh analisa Kardinalitas dan Modalitas.
Gambar 1. Contoh kardinalitas dan modalitas
Dari gambar 1 dapat dijelaskan kardinalitas dan modalitasnya. Gambar 1 menunjukkan hubungan antara
Tindakan Perbaikan dengan Pelanggan. Dimana posisi dari Tindakan Perbaikan dan Pelanggan merupakan sama-sama sebagai entity atau entitas.
Dari kardinalitasnya :
- Ada banyak tindakan perbaikan
- Pelanggan tunggal menunggu tindakan perbaikan
Keduanya memiliki hubungan yang wajib, dimana "jika ada tindakan perbaikan, maka akan ada pelanggan yang menunggu tindakan perbaikan". Dan apabila "tidak ada pelanggan yang menunggu tindakan perbaikan, maka tidak ada tindakan perbaikan".
Dari Modalitasnya :
- Ada situasi dimana tindakan perbaikan tidak diperlukan
- Untuk melakukan tindakan perbaikan harus ada pelanggan
Keduanya memiliki hubungan, dimana "situasi dimana tindakan perbaikan tidak diperlukan, maka tidak ada pelanggan", dan apabila "ada pelanggan, maka diperlukan tindakan perbaikan".
Dalam menjelaskan sebuah ERD (Entity Relationship Diagram) tergantung bagaimana kebutuhan dan cara pandang seseorang dalam membacanya. Karena sebuah kebutuhan dalam hakekatnya tidak selalu sama.
IMPLEMENTASI TABEL-TABEL BASIS DATA (1)
MODUL 5
IMPLEMENTASI TABEL-TABEL BASIS DATA (1)
(PENGGUNAAN INSTRUKSI CREATE TABLE & OPTIONS-NYA
SERTA MEMASUKKAN RECORD KE DALAM TABEL-TABEL BASIS DATA)
A. Tujuan
Mahasiswa mampu membuat struktur tabel-tabel basis data berdasarkan perancangan di modul 3 dan mengimplementasikan tabel-tabel tersebut di basis data.
B. Landasan Teori
Basis data dapat diimplementasikan berdasarkan E-R diagram yang telah dibuat. Implementasi database bisa:
1. Secara manual (dengan perintah SQL ‘CREATE TABLE’)
2. Secara semi-manual dengan bantuan client berbasis GUI (MySQL Front, PgAccess, phpPgAdmin, dst.)
3. Secara otomatis dengan CASE Tools (DBDesigner)
Pengenalan PostgreSQL
PostgreSQL adalah sebuah object-relational database management system(ORDBMS), bersifat open source, mendukung standar SQL92 dan SQL99 serta mendukung bahasa pemrograman C, C++, Java, Tcl, Perl, Python, PHP, dst.
Fitur penting PostgreSQL: Inheritance, Data types, Functions, Constraints, Triggers, Rules, dan Transactional Integrity.
Arsitektur PostgreSQL berbasis Client-Server. Backend Software untuk database server (server-side) adalah Postmaster.
Frontend software (client-side):
- Psql (disediakan dalam paket PostgreSQL)
- Client berbasis GUI (PgAdmin, PgAccess, ApplixWare)
- Buat aplikasi sendiri (C, C++, Java, PHP, dsb.)
Beberapa URL untuk PostgreSQL:
- www.postgresql.org
- www.postgresql.org/docs
- techdocs.postgresql.org
Tahap Pembuatan Tabel
1. Membuat semua tabel yang paling utama (yang tidak memiliki FK).
2. Membuat semua tabel yang berhubungan langsung (atau memiliki relationship) dengan tabel yang dibuat di tahap sebelumnya. Mulailah secara urut dari tabel dengan jumlah FK yang paling ssedikit ke ang paling banyak.
3. Ulangi tahap 2 sampai semua tabel selesai dibuat.
Implementasi Manual
Contoh untuk menetukan Primary Key (PK):
- CREATE TABLE dosen (nip INTEGER PRIMARY KEY, nama_dosen VARCHAR(45), alamat_dosen VARCHAR(255));
Contoh untuk menentukan Foreign Key (FK):
- CREATE TABLE mahasiswa (nim INTEGER PRIMARY KEY, nip INTEGER REFERENCES dosen(nip), nama_mhs VARCHAR(45), alamat_mhs VARCHAR(255));
Referential Integrity
1. Integritas databse mengacu pada hubungan antar tabel melalui Foreign Keyyang bersangkutan.
2. Pada insert, record harus dimasukkan di tabel utama dahulu, kemudian baru di tabel kedua.
3. Pada delete, record harus dihapus di tabel kedua dahulu, kemudian baru di tabel utama.
4. Secara default, PostgreSQL akan menolak insert atau delete yang melanggar integritas database.
Insert Table
1. Perintah SQL untuk memasukkan data di tabel untuk semua kolom:
INSERT INTO
VALUES (, ...);
2. Untuk memasukkan data pada kolom-kolom tertentu:
INSERT INTO (, ...)
VALUES (, ...);
Tahap Insert Table
1. Tahap insert table mengikuti tahap pembuatan tabel
2. Tahap 1: Lakukan insert pada semua tabel yang paling utama (yang tidak memiliki FK).
3. Tahap 2: Lakukan insert pada semua tabel yang langsung berhubungan dengan tabel yang di-insert di tahap sebelumnya, secara urut dari tabel dengan jumlah FK yang paling sedikit ke yang paling banyak.
4. Tahap 3: ulangi tahap 2 sampai semua insert selesai dilakukan.
Tahap Delete Table
1. Untuk menjaga integritas database, maka tahap untuk melakukan delete tableadalah kebalikan dari tahap insert table.
2. Secara default, PostgerSQL akan menolak delete yang melanggar integritas database. Dengan kata lain, record di tabel utama tidak akan dihapus jika masih ada record di tabel kedua yang berhubungan dengan record utama tersebut.
Advanced Create Table Options:
Default
• Untuk menentukan nilai default kolom jika tidak ada data yang di-insert untuk kolo itu:
- CREATE TABLE mahasiswa (nim integer PRIMARY KEY, nama_mhs VARCHAR(45), fakultas VARCHAR(5) DEFAULT ‘FKI’:
Contoh insert:
- INSERT INTO mahasiswa (nim, nam_mhs) VALUES (1, ‘Ali Topan’);
Not Null
• Untuk membatasi agar nilai kolom tidak boleh NULL:
- CREATE TABLE ruang (kode_ruang VARCHAR(20) PRIMARY KEY, lokasi_ruang VARCHAR(255) NOT NULL, kapasitas_ruang INTEGER NOT NULL);
• Jika kolom ditentukan NOT NULL, maka insert harus memasukkan nilai untuk kolom tersebut. Bisa menggunakan DEFAULT sehingga nilai kolom ditambahkan secara otomatis.
Pengertian NULL
• Khusus untuk tipe string (varchar atau char), NULL tidak sama dengan kosong. Jika nilai kolom adalah NULL, artinya nilai tidak diketahui atau nilai tidak ada sama sekali. Jika nilaikolom adalah kosong, artinya kolom tersebut memang diketahui nilainya (ada nilainya), yaitu nilai kosong (empty string).
Contoh:
- CREATE TABLE test (kode INTEGER PRIMARY KEY, nama VARCHAR(20));
- INSERT INTO test (kode) VALUES (1);
- INSERT INTO test VALUES (2, ‘ ’);
Perhatikan hasil berikut:
- SELECT*FROM test WHERE nama IS NULL;
- SELECT*FROM test WHERE nama = ‘ ‘;
Unique
• Untuk memastikan bahwa nilai kolom unik:
- CREATE TABLE mata_kulaih (kode_mk INTEGER PRIMARY KEY, nama_mk VARCHAR(45) UNIQUE);
• Untuk multikolom yang unik:
- CREATE TABLE dosen (nip INTEGER PRIMARY KEY, nama_dosen VARCHAR(45), alamat_dosen VARCHAR(255), UNIQUE (nama_dosen, alamat_dosen));
Check
• Untuk membatasi nilai kolom, misalnya:
- CREATE TABLE produk (kode_produk INTEGER PRIMARY KEY, nama_produk VARCHAR(45), harga INTEGER, CHECK (harga <= 100000 AND kode_produk > 100));
• Check di atas membatasi bahwa harga harus maksimal Rp 100000, dan kode_produk harus di atas 100.
Penentuan Referential Integrity
Contoh:
- CREATE TABLE pemasok (kode_pemasok INTEGER PRIMARY KEY, nama_pemasok VARCHAR(45), kode_produk INTEGER REFERENCES produk ON DELETE CASCADE ON UPDATE CASCADE);
Untuk contoh di atas, jika ada update atau delete di tabel utama, maka tabel kedua secara otomatis disesuaikan.
Macam action:
• NO ACTION atau RESTRICT: update atau delete tidak dilakukan. Ini merupakan pilihan default.
• CASCADE: nilai kolom di tabel kedua disesuaikan dengan nilai kolom di tabel utama.
• SET NULL: nilai kolom di tabel kedua dijadikan NULL.
• SET DEFAULT: nilai kolom di tabel kedua dijadikan nilai DEFAULT (nilai DEFAULT harus ditentukan pada waktu pembuatan tabel).
Autoincrement
• Untuk fitur autoincrement, gunakan “serial”:
- CREATE TABLE nasabah (id_nasabah SERIAL PRIMARY KEY, nama_nasabah VARCHAR(45));
• Untuk contoh di atas, id_nasabah tidak perlu di-insert, karena database secara otomatis akan menambahkannya secara urut. Kita cukup hanya memasukkan nam_nasabah saja:
- INSERT INTO nasabah (nama_nasabah) VALUES (‘Ali Topan’);
• Serial hanya bisa dari 1 sampai 232. Jika tidak cukup, gunakan bigserial yang bisa dari 1 sampai 264. Penghapusan record tidak akan mempengaruhi urutan untuk serial dan bigserial. Nilai untuk kolom yang menggunakan serial/bigserial akan selalu bertambah 1, tidak akan pernah kembali mundur. Misalnya:
- DELETE FROM nasabah WHERE id_nasabah=1;
- INSERT INTO nasabah (nama_nasabah) VALUES (‘Ali Topan’);
- Perhatikan id_nasabah: SELECT*FROM nasabah;
C. Alat dan Bahan
1. Komputer dengan sistem operasi Windows 7.
2. Program aplikasi PostgreSQL 9.3
3. Modul Praktikum Sistem Berkas dan Basis Data.
D. Langkah Kerja
1. Jalankan pgAdmin III.
2. Pada tab object browser (sebelah kiri), double klik pada PostgreSQL 9.3 (localhost:5432), kemudian klik kanan pada Databases (1) > New Database, beri nama pada kolom nama, karena ingin membuat database bank, maka beri nama “bank”, kemudian klik OK
3. Pada tab bank, lalu pilih ikon SQL.
4. Selanjutnya membuat tabel nasabah, cabang_bank, rekening, transaksi dan nasabah_has_rekening dengan mengikuti perintah pada modul
/*create table nasabah1 (
kode_nasabah integer primary key,
nama_nasabah varchar(45) not null,
alamat_nasabah varchar(255) not null
);*/
/*create table cabang_bank (
kode_cabang varchar(20) primary key,
nama_cabang varchar(45)unique not null,
alamat_cabang varchar(255)not null
);*/
/*create table rekening (
no_rekening integer primary key,
kode_cabangFK varchar(20)references cabang_bank(kode_cabang) on delete cascade on update cascade,
pin varchar(20) default'1234' not null,
saldo integer default 0 not null
);*/
/*create table transaksi (
no_transaksi serial primary key,
id nasabahFK integer references nasabah(id_nasabah)on delete set null on update cascade no_rekeningFK integer refernces rekening(no_rekening)
on delete set null on update cascade,
jenis_transaksi varchar(20) default 'debit' not null,
tanggal date default current_date not null,
jumlah integer not null check(jumlah>=20000)
);*/
/*create table nasabah_has_rekening (
id_nasabahFK integer refernces nasabah(id_nasabah)
on delete cascade on update cascade,
no_rekeningFK integer refernces rekening(no_rekening)
on delete cascade on update cascade,
primary key(id_nasabahFK, no_rekeningFK)
);*/
5. Untuk mengecek hasil pembuatan tabel gunakan perintah \dt dan untuk mengcek hasil pada PostgreSQL ketik “select*from (nama tabel yang akan dicek)”.
6. Selanjutnya, memasukkan record-record ke dalam tabel yang telah dibuat dengan perintah insert into.
7. Setelah memasukkan record pada masing-masing tabel, lalu dengan menggunakan perintah select*from untuk mengE. Analisa
Dari percobaan di atas, dapat disimpulkan bahwa membuat database menggunakan PostgreSQL 9.3, sepenuhnya berbasis teks. Jadi untuk membuat, memasukkan, dan menghapus data menggunakan perintah tertentu yang telah dibakukan oleh SQL. Dalam percobaan ini, dibutuhkan kemampuan menghafal yang baik, namun selain menghafal kita juga harus memahami setiap perintah yang diketikkan.
F. Tugas
Implementasikan hasil rancangan database yang menangani data kuliah pada tugas modul ke dalam program pgAdmin III. Masukkan beberapa record ke setiap tabel
dalam database yang telah dibuat. Print out hasil implemenatasi rancangan tersebut dan analisa hasilnya.
Langkah-langkah pembuatan database kuliah:
1. Jalankan pgAdmin III.
2. Pada tab object browser (sebelah kiri), double klik pada PostgreSQL 9.3 (localhost:5432), kemudian klik kanan pada Databases (2) > New Database, beri nama pada kolom nama, karena ingin membuat database kuliah, maka beri nama “kuliah”, kemudian klik OK.

3. Pada tab kuliah, lalu pilih ikon SQL.
4. Membuat tabel mahasiswa, dosen, mata_kuliah, ruang_kelas:
5. Membuat tabel mahasiswa_has_mata_kuliah:
6. Mengecek hasil pembuatan tabel dengan perintah \dt.
7. Selanjutnya memasukkan record-record ke dalam masing-masing tabel yang telah dibuat dengan perintah insert into. Pada tabel dosen, mahasiswa, mata_kuliah, ruang_kelas:
Pada tabel mahasiswa_has_mata_kuliah:
8. Melihat hasil dari pembuatan pada PostgreSQL.
Pada tabel mahasiswa :
Pada tabel dosen :
Pada tabel mata_kuliah :
Pada tabel ruang_kelas :
Pada tabel mahasiswa_has_mata_kuliah :
Tampilan hasil tabel pada Command Prompt seperti berikut:
Analisa :
Dari implementasi database data-data kuliah untuk setiap relasi dari satu ke banyak (1:n) akan ada atribut primary key dari tabel (dengan relasi satu) yang ditambahkan ke tabel dengan relasi banyak. Misalnya untuk relasi dari dosen ke mata_kuliah (1:n), pada tabel mata_kuliah akan ditambahkan primary key dari dosen, yaitu nik.Kemudian untuk relasi dari banyak ke banyak (m:n), kita harus membuat tabel baru yang menghubungkan dua tabel yang saling berelasi tadi. Misal, dari relasi mahasiswa ke mata_kuliah (m:n), dibuat tabel baru dengan nama mahasiswa_has_mata_kuliah yang berisikan atribut primary key dari kedua tabel (mahasiswa dan mata_kuliah) yaitu nim dan kode_mk.
Langganan:
Postingan (Atom)